Auto Super GRUB Disk: Memperbaiki Boot Loader Linux setelah Instalasi Ulang Windows
Bagi mereka yang mengonfigurasikan komputernya dengan dual-boot Windows dan Linux hampir pasti pernah mengalamai masalah saat harus menginstalasi ulang Windows. Karena Windows tidak mengenali partisi Linux secara native, maka boot loader Windows akan menimpa boot loader milik LInux (GRUB/Lilo), sehingga partisi Linux tidak dapat di-boot. Berbagai pemecahan yang selama ini ditawarkan hampir seluruhnya melibatkan bootdisk/CD Linux dan cara-cara yang sedikit memusingkan bagi pengguna awam. Untunglah sekarang sudah ada Super GRUB Disk dan GRUB4DOS yang mampu mengatasi masalah itu tanpa melibatkan perintah baris di Linux. Namun demikian, penggunaan dua program itu belum sepenuhnya bebas masalah. Hirarki menu di Super GRUB Disk dan konfigurasi GRUB4DOS (lengkap dengan dokumentasi yang kurang) membuat pengguna awam tidak kalah bingung.
Untunglah sekarang ada pengembangan lebih lanjut dari Super GRUB Disk, yang dinamakan Auto Super GRUB Disk for Windows. Program ini “membungkus” Super GRUB Disk dengan wizard Windows dan membatasi fungsinya hanya untuk memulihkan boot loader (GRUB) Linux setelah instalasi ulang Windows. Setelah mengunduh dari situs supergrubdisk.org, eksekusi file hasil instalasi tersebut. Sebuah wizard akan muncul. Anda tinggal mematuhi langkah-langkah yang tertulis dalam wizard, yaitu menekan tombol Reboot Now. Setelah boot ulang, akan muncul boot loader Windows dengan dua pilihan, yaitu Windows XP dan Auto Super Grub Disk. Anda tinggal memilih opsi kedua dan menekan ENTER.

Tampilan Auto Super Grub Disk
Auto Super GRUB Disk akan secara otomatis mengembalikan boot loader Linux (GRUB) yang tertimpa boot loader Windows. Jika sukses, Anda akan melihat kembali GRUB menu. Anda bisa mencoba booting ke Linux, kemudian boot ulang ke Windows. Saat masuk ke Windows lagi, sebuah window akan muncul dengan opsi untuk menghapus Auto Super Grub Disk. Anda tinggal memilih “Yes” dan Auto Super Grub Disk akan terhapus dari komputer.