ad-12 Labs

Because I Can’t Become Somebody Else

Archive for October, 2008


Ubuntu vs Vista vs Vaio

Dua minggu lalu, adik Penulis membeli laptop Sony Vaio VGN-NR285E yang sudah terinstal Windows Vista Home Premium. Penampilannya memang meyakinkan, sayang kelengkapannya sangat minimalis, tanpa user guide dan installer. Yang tersedia hanya recovery tool yang ditempatkan dalam partisi tersembunyi sebesar kira-kira 20 GB. Yah, lumayan untuk harga 8 jutaan.

Semuanya berjalan lancar sampai ketika Penulis mengusulkan untuk memasang Ubuntu (lebih tepatnya UbuntuME, Muslim Edition) di laptop tersebut. Dengan kapasitas hard drive 200 GB, tentu resource tidak menjadi masalah. Masalahnya, Penulis belum pernah menginstal Linux dual-boot dengan Vista sebelumnya, maklum agak ketinggalan kereta soal generasi terakhir Windows ini.

Akhirnya, dengan semangat opreker, misi pun dijalankan. Pertama, boot menggunakan DVD Live-Install UbuntuME 8.04.1 LTS, lancar sampai tampilan desktop Gnome. Lalu, menjalankan Gparted untuk memartisi ulang hard drive, mengambil 20 GB untuk partisi Linux. Setelah memakan waktu hampir 6 jam (mulai membaca, memindahkan partisi, sampai membuat partisi baru), akhirnya instalasi Ubuntu ME bisa dijalankan. Semuanya lancar sampai boot ulang.

Setelah boot, GRUB pun tampil, saat memilih Ubuntu, semuanya lancar dan bisa login. Boot ulang dan memilih Windows, masalah pun muncul. Dengan semangat, Recovery Tool dari Sony pun muncul sebelum Vista sempat loading. Ada empat opsi: Windows System Restore, Hardware Tools, Recovery Disc Tool, dan Data Rescue Tool.  Seingat Penulis, di Windows XP, hanya utility Chkdsk muncul karena harus memvalidasi ukuran drive yang berubah setelah partisi ulang. Opsi yang dicoba pertama, Hardware Tools memberi opsi untuk mengecek CPU dan hard drive. OK, semua dijalankan tanpa masalah. Langsung keluar dari Recovery Tool, komputer pun boot ulang. Masalah kedua muncul, GRUB error! menu pilihan OS tidak muncul. Senjata pun dihunus: Super GRUB Disk untuk memulihkan GRUB ke kondisi semula. OK, boot ulang, menu GRUB keluar, pilih WIndows lagi, dan… Recovery Tool kembali keluar.

Tiga opsi selain Hardware Diagnostic tidak dicoba karena pertimbangan: ketiga-tiganya cuma menyelamatkan data yang sebenarnya tidak rusak/hilang. Masalah hanya pada recovery tool yang menganggap perubahan partisi adalah kerusakan sistem. Setelah berunding dengan adik Penulis, diputuskan untuk kembali ke selera awal…Windows, karena keburu ingin dipakai ngenet. OK, gunakan lagi Super GRUB Disk untuk menimpa MBR (kira-kira sebanding dengan perintah: fdisk /MBR). Selesai, boot ulang, dan muncullah pesan error bahwa file \Windows\System32\WinLoad.exe tidak bisa ditemukan sehingga Windows tidak bisa loading. Weleh…

Opsi yang ditawarkan dalam pesan error adalah menggunakan DVD installer Windows Vista untuk me-repair instalasi. Mengingat laptop ini minimalis sejati, jangankan DVD Vista, CD/DVD driver pun tidak tersedia.

Di Windows XP dan sebelumnya, perintah fdisk /MBR cukup untuk memulihkan boot Windows. Percobaan dengan Super GRUB Disk untuk langsung boot ke Windows berakhir dengan tampilan Recovery Tool Sony untuk kesekian kalinya. Akhirnya, dengan berat hati Penulis pun memusnahkan partisi LInux seisinya dengan menggunakan Gparted dari SystemRescueCD (senjata kedua). Lalu, untuk menyelesaikan masalah bootloader Windows pun dilakukan dengan browsing di internet.

Alhasil, ada solusi untuk menjawab masalah dual-boot menggunakan aplikasi VistaBootPro dan EasyBCD. Tapi keduanya harus dijalankan dari Windows Vista, lha ini masuk Windows saja nggak bisa… Kemudian di situs Microsoft ditemukan soal utiliti baris perintah bcdedit untuk memodifikasi bootloader Windows Vista. Ini nampaknya yang jadi jawaban. Namun, masalah kembali muncul, bagaimana memunculkan command prompt?

Senjata ketiga pun dikeluarkan, Vista BootCD yang dulu iseng-iseng dibuat dari kreasi majalah CHIP. Vista BootCD adalah Vista LiveCD untuk keperluan administrasi sistem. Dengan menggunakan ini, kita bisa masuk ke lingkungan Vista dan menjalankan command prompt untuk menggunakan bcdedit. Ternyata ada dua parameter yang kosong (unknown) pada bootloader, yaitu device dan osdevice yang seharusnya menunjukkan partisi untuk boot dan mencari file WinLoad.exe. Setelah mengisi kedua parameter itu dengan nilai partition=C: dan boot ulang, Windows Vista pun kembali hadir dengan manisnya. Tentu saja sebelumnya melalui proses cek ulang hard drive dengan chkdsk.

Jelaslah bahwa problemnya terletak pada Sony Recovery Tool yang sangat peka, dengan menganggap perubahan partisi adalah kerusakan sistem. Pertanyaannya, apakah ini berarti laptop semacam ini tidak bisa dipasangi Linux, atau sekadar dipartisi ulang untuk memisahkan data? Ada ide?

Ubuntu 8.10 Is Coming, Get Your CD Now!

Ya, Ubuntu versi terbaru, 8.10 (Intrepid Ibex) akan segera dirilis akhir bulan ini. Seperti biasa, Anda bisa memesan CD Ubuntu versi terbaru ini lewat ShipIt. Tersedia dua versi, desktop dan server, Anda bisa memesan salah satu atau dua-duanya. Mengingat lokasi geografis Indonesia, pesanan CD biasanya paling cepat datang sekitar 6-8 minggu. Di beberapa tempat (atau sebagian besar?) PT Pos akan memungut biaya tambahan sekitar Rp 3000,00 - Rp 7000,00. Anda juga bisa memesan versi terbaru Kubuntu. Namun, untuk rilis kali ini, Edubuntu yang sekarang hanya menjadi add-on dari Ubuntu, tidak bisa dipesan.

Mengubah Theme Windows XP

Tidak seperti versi sebelumnya, mengubah theme Windows XP tidak semudah mengunduh dan memasang. Microsoft merancang Windows XP untuk menolak theme yang tidak ditandatangani oleh Microsoft. Jika dipaksakan, maka style  Windows XP akan kembali ke tampilan Classic (ala Windows 95/98/Me/2000).

Banyak cara dilakukan untuk mengakalinya, karena biang keladinya hanyalah satu file bernama uxtheme.dll. Maka, solusinya adalah menambal file ini agar bisa menerima theme selain keluaran Microsoft. Beberapa program patcher tersedia di internet, tersedia untuk berbagai versi Windows XP, termasuk SP1-SP3. Beberapa aplikasi komersial juga tersedia, seperti StyleXP dan WindowsBlind. Tentunya cara-cara ini dicapai dengan pengorbanan sumberdaya komputer.

Cara lain yang lebih aman adalah dengan mencari theme yang resmi dari Microsoft. Jumlahnya memang tidak banyak, namun jika Anda tidak terlalu suka mengganti-ganti tampilan dan masih sayang sumberdaya komputer, opsi ini bisa menjadi alternatif selain tiga theme bawaan Windows XP.

Beberapa theme ‘resmi’ Microsoft untuk Windows XP yang berhasil dikumpulkan penulis adalah:

  1. Royale Noir: theme ini tidak pernah dirilis oleh Microsoft. Sebenarnya, Royale Noir hanyalah variasi skema warna theme Royale yang dibuat untuk WIndows Media Center Edition dengan warna hitam. Namun, pada rilis resmi Royale, skema warna ini ditinggalkan, dan akhirnya dimodifikasi menjadi theme Zune.
  2. Royale: adalah theme resmi untuk WIndows Media Center Edition. Terlihat mirip dengan theme standar Windows XP dengan efek 3-D dan warna yang lebih menyala.
  3. Nile: theme ini hanya menawarkan icon, wallpaper, dan screensaver bertema Mesir, tidak ada skema warna baru.
    Microsoft Egypt Nile Theme
  4. Zune: adalah theme untuk mempromosikan produk mp3 player Zune dari Microsoft. Warna dominannya hitam dengan dua ukuran wallpaper, normal dan layar lebar (widescreen).
  5. Windows Embedded: diekstrak dari Windows Embedded CTP Standard, theme ini dominan warna biru muda.
    Windows Emmbedded Theme

Sebenarnya,masih banyak theme resmi lain dari Microsoft, namun untuk mengunduhnya komputer Anda harus lolos ujian WGA (Windows Genuine Advantage) terlebih dahulu. Lima theme di atas bisa dinikmati oleh pengguna Windows XP versi apapun.