ad-12 Labs

Because I Can’t Become Somebody Else

Archive for February, 2007


Updated to Drupal 5.1

Situs Planet IIP kini menggunakan versi terbaru Drupal (5.1). Sambil mencari tampilan baru yang lebih segar, sekalian membersihkan database (ritual rutin, maklum space hosting cuma 10 MB). Situs Lawnosta di Comnet.net.id down, dan Penulis kehilangan akses ke server sehingga tidak bisa memulihkan content (jika masih ada). Akhirnya, Lawnosta pun kembali ke FreeServers.com dengan tampilan blog.

The Best of the Best Pictures (Oscar)

Menjelang penganugerahan penghargaan film Oscar (Academy Award) ke-80 pada tanggal 24 Februari yang akan datang, situs Rotten Tomatoes, merilis daftar 79 film terbaik versi Oscar sebelumnya, diurutkan berdasarkan Tomatometer. Tomatometer adalah persentase penilaian sebuah film yang diambil dari ulasan di media massa, baik cetak, elektronik, maupun online. Nilai tertinggi sebuah film adalah 100%, dengan memperhitungkan jumlah ulasan yang diterima (dalam ranking ini, ulasan yang diterima sampai tanggal 17-02-2007). Bagi yang malas membuka-buka situsnya (tiap film ditampilkan dalam halaman sendiri), berikut sedikit bocorannya: Film di urutan ke-79 adalah The Greatest Show on Earth (1952) dengan rating 38%.

Sedangkan 10 besar adalah sebagai berikut :

  1. The Godfather (1972)
  2. On the Waterfront (1954)
  3. All About Eve (1950)
  4. Sunrise (1927)
  5. Rebecca (1940)
  6. Marty (1955)
  7. The Best Years of Our Lives (1946)
  8. Lawrence of Arabia (1962)
  9. The Godfather, Part II (1974)
  10. Casablanca (1942)

UPDATED:
Setelah The Departed terpilih sebagai film terbaik 2006, daftar ini pun diupdate dan The Departed ditempatkan pada urutan ke-30.

Celebrities Don’t Live Here (Anymore)

Di tengah heboh soal banjir, ada yang tak kalah heboh, yaitu soal selebriti. Kali ini soal pasangan Nafa Urbach - Zack Lee yang akan melangsungkan pernikahannya pada 16 Februari 2007.  Siang ini, ada dua kiriman via Tiki berisi dua undangan pernikahan Nafa Urbach-Zack Lee. Dua undangan itu dialamatkan kepada: Minggus Tahitoe-Diana Nasution dan Ello (& Partner). Herannya lagi, alamat yang tertulis di undangan memang alamat kantor ini. Seingat Penulis, kantor ini sudah berusia hampir dua tahun di lokasi ini. Entah kesalahan pada penulisan alamat atau database alamatnya. Yang jelas, they don’t live here (anymore)… :)

Here Comes the Flood

Yeah…Selamat Datang Banjir.

Berawal pada malam Jumat lalu, saat pulang kemalaman (lagi), hujan tiba-tiba membesar di sekitar Jalan Pondok Gede. Saat melewati bundaran Pasar Pondok Gede ke arah Jatimakmur, jalanan mulai terlihat tergenang dan air mengalir cukup deras. Hati mulai berdebar. Perjalanan sepanjang jalan Jatimakmur pun serasa menembus medan off-road. Sampai di jalan masuk kompleks Bukit Kencana, air pun menggenangi jalanan yang biasanya tak tersentuh, menyentuh mata kaki dengan arus yang lumayan deras. Memasuki kompleks, mobil-mobil yang pulang kemalaman pun antri karena air sudah menyentuh lutut. Hujan semakin deras. Langkah kaki terayun melintasi blok demi blok, air tak kunjung surut dari jalanan. Memasuki blok T, air masih di jalanan, namun Alhamdulillah tidak masuk ke rumah. Tak urung, semua yang melekat di badan basah kuyup.

Keesokan harinya, kembali berangkat kerja, air mulai surut kecuali di jalan masuk kompleks. Saat naik kopaja melintasi Gatot Subroto, ternyata air masih menggenangi pinggir jalan. Yang lebih parah, jalan masuk kompleks Widya Chandra dari Gatot Subroto tergenang akibat sungai yang melintas meluap. Jadi, menuju kantor harus melewati SCBD. Hari itu pun dihabiskan di Ancol, untuk instalasi software. Malamnya, saat pulang, sekitar UKI sangat macet karena underpass berubah menjadi polder (kolam). Angkot ke Pondok Gede pun tak terlihat, terpaksa ke Kampung Rambutan dulu, dan sesampai di rumah hanya lelah yang tersisa.

Hari Senin, kondisi sedikit lebih baik, jalan masuk Widya Chandra dari Gatot Subroto sudah tidak terendam air meski sungainya masih meluap. Namun, saat mencoba mencapai Ancol lewat Jl. Gunung Sahari, ternyata sepanjang jalan sudah tergenang, (hari Jumat jalan ini sepenuhnya kering). Akhirnya terpaksa kembali ke kantor untuk menghabiskan hari yang cerah ini.