ad-12 Labs

Because I Can’t Become Somebody Else

Archive for May, 2006


Para Introvert Sedunia…Bersatulah!

Introvert didefinisikan sebagai orang yang menganggap kebersamaan dengan orang lain melelahkan (Eng: introverts are those who find other people’s company tiring). Orang introvert sering disalahpahami, karena dunia yang lebih dikuasai orang-orang ekstrovert, dinilai dengan standar ekstrovert, membuat orang-orang introvert sering dituduh antisosial, atau singkatnya nggak gaul, dan karenanya divonis "gagal". Orang introvert lebih mudah memahami oran ekstrovert, namun tidak sebaliknya. Meloncat dar blognya Enda Nasution ke dua artikel oleh Jonathan Rauch (kesatu dan kedua)sungguh memberikan pencerahan bagi Penulis, yang sampai hari ini sering dianggap makhluk teraneh yang pernah hidup.

Setelah mengambil test di humanmetrics.com (Jung Typology Test) , hasilnya adalah sebagai berikut : Your Type is
INTJ

Introverted Intuitive Thinking Judging
Strength of the preferences %
100 38 50 22

The Quake at the Anniversary

(Tentu saja berbicara tentang Gempa Bumi di Yogyakarta)

Baru saja mem-posting sambutan ulang tahun (pribadi dan blog), kabar gempa bumi di jogja lumayan mengguncang. Lima tahun yang lalu, ulang tahun ditandai oleh menghilangnya 2 CPU Komputer + Printer dari kamar kost di Yogya. Tentu, sekarang situasinya berbeda, Penulis tidak lagi di Yogya dan bencana kali ini menimpa masyarakat Yogya secara umum. Menyaksikan gambaran Yogya setelah gempa, rumah-rumah yang rata dengan tanah, korban meninggal yang baru ditemukan dari reruntuhan, korban luka-luka yang tergeletak tanpa daya, mereka yang selamat dan takut kembali ke rumah dan akhirnya kehujanan, membuat kita merasa bersyukur tentunya setelah mendoakan semua yang tekena bencana.

Pressure and Ignorance :An Anniversary Babbling

Bayangkan fase kehidupan kita sejak pertama kali kita lahir: penamaan yang mencerminkan doa, harapan, dan ekspektasi keluarga (oarng tua) kita, pemilihan lingkungan dan sekolah tempat kita bergaul dan menuntut ilmu, saat kita dikejar ‘target’ bukan cuma lulus (lolos) ujian kenaikan kelas, namun juga mengejar ranking, bukan hanya di sekolah, di luar sekolah saat semua kontes (lomba) menantang keabsahan kita sebagai anak yang unggul, setelah kita lulus SMA/SMU dan harus memilih (atau harus) perguruan tinggi, setelah lulus harus segera kerja, itupun tidak bisa di sembarang tempat, belum lagi memilih jodoh dan berkeluarga, dan siklus itu pun mulai lagi di level yang berbeda.

Dalam tulisannya di majaah Gatra terbaru, Kafi Kurnia memperkenalkan ‘the art of ignorance’, yang intinya kebahagiaan kadang-kadang dicapai karena kita mengetahui terlalu sedikit, atau pura-pura (atau sengaja) mengabaikan hal-hal kecil (detail). Itu menjelaskan mengapa orang-orang tetap miskin dan bahagia, karena mereka mengabaikan banyak hal dalam kehidupan mereka dan memilih berkonsentrasi pada hal-hal yang membahagiakan saja. Banyak orang kaya yang tidak bahagia karena memikirkan harta yang (terlalu) banyak dan cara mengurusnya (memperbanyaknya).

Ubuntu 6.06 Is Coming Up!

Ubuntu 6.06 (Dapper Drake) akan segera dirilis pada tanggal 1 Juni 2006, dan pemesanan untuk CD sudah dibuka di shipit.ubuntu.com. Segera pesan, supaya tidak ketinggalan! Berbeda dengan versi-versi sebelumnya, pemesanan Ubuntu Dapper dibatasi maksimum 10 CD (8 versi 32-bit, 1 versi 64-bit, 1 versi PowerPC). Belum diketahui apakah bisa melakukan pemesanan dalam jumlah dan komposisi yang berbeda.

UPDATE: CD Kubuntu dan Edubuntu juga bisa dipesan melalui shipit.kubuntu.com dan shipit.edubuntu.com

Lawnosta Is Back!

Situs Lawnosta akhirnya kembali online, meskipun harus berpindah server. Sulitnya menghubungi pihak administrator jaringan (web) membuat upaya pemulihan agak tersendat. Keputusan untuk memindahkan server diambil karena sayang, domain yang sudah diperpanjang nggak terpakai…:D

New Drupal 4.70

Setelah sempat bergulat dengan rilis terbaru Drupal, versi 4.70 akhirnya bisa dijalankan di Planet IIP. Solusinya cukup mudah, yaitu menunggu sampai Fantastico ter-update :D. Keunggulan versi baru ini antara lain: dukungan Atom Feed, pembuatan menu yang lebih mudah, setting yang lebih rinci, … dst. Bug kecil yang sempat mengganggu saat percobaan instalasi (lokal) adalah kegagalan membuat user pertama (admin), yang diperbaiki dengan mengedit file includes/bootstrap.inc pada function drupal_unset_globals harus ditambahkan ‘GLOBALS’ => 1 pada baris $allowed= (baris 139).

It Ain’t Over Till It’s Over

Dalam berita terbaru di Linux-Watch, team leader pengembangan inti (core development) Mambo, Martin Brampton mengundurkan diri dari proyek Mambo. Sebelumnya, pada tanggal 4 April 2006, Ansearch Limited mengakuisisi Mambo Communities PTY Ltd, sekaligus menafikan pernyataan bahwa Miro telah memindahkan hak cipta (trademark) nama dan logo Mambo ke Mambo Foundation. Nampaknya, persoalan di tubuh Mambo belum sepenuhnya selesai dengan berpindahnya para developer ke Joomla! bulan Agustus 2005 yang lalu.

Linux Repository di Indonesia

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak memakai Linux di Indonesia, selain murah (nyaris gratis), tahan banting, banyak pilihan, juga repositorinya sudah bertebaran di Indonesia. Kita bisa download rilis terbaru dan update patch-patch terbaru dari distro-distro Linux yang kita pakai. Sayangnya, memang, internet di Indonesi amasih menjadi barang mewah (sekali), jangankan yang cepat (broadband), yang lambat saja mahal, coba….
Berikut ini beberapa daftar mirror (repositori) Linux dan software open source lainnya di Indonesia :

  1. komo.padinet.com/komo.vlsm.org : Debian, De2.UI, Ubuntu, Apache, MySQL, Eclipse, dll
  2. kambing.ui.edu/kambing.vlsm.org : Debian, De2.UI, Ubuntu, OpenOffice, GNU, Cygwin, KDE, Eclipse, Gnome, PostgreSQL, tLDP, CPAN, CTAN, LFS, Linux Kernel, various Linux ISOs
  3. cacing.vlsm.org : Debian
  4. kuya.vlsm.org : Debian
  5. kebo.vlsm.org (http://mirror.eepis-its.edu/) : Debian, Linux Kernel, various Linux ISOs
  6. mirror.cbn.net.id : CentOS, Trustix, SUSE, Fedora, Ubuntu, OpenBSD, FreeBSD, PC-BSD, Gentoo Portege, MySQL, PostgreSQL, CPAN, PHP, Exim, Postfix, qmail, ClamAV, Apache, Squid, OpenSSL, OpenLDAP, LVS, Ethereal, BlankOn
  7. mirror.biz.net.id : Apache, CPAN, Fedora, FreeBSD, MySQL, PC-BSD, Squid

Pengumuman

Situs Planet IIP (prayudi.web.id) minggu ini mengalami perubahan DNS server dan dipindahkan ke server baru, dan karena itu mengalami sedikit gangguan (di pihak webmaster). Sementara itu, situs Lawnosta (lawnosta.com/lawnosta.comnet.net.id juga lawnosta blog) mati (sekali lagi) dan pihak administrator sementara ini belum dapat dihubungi. Bagi para pemerhati situs-situs tersebut diharap maklum. :D

Freebies

Konon, semua orang, khususnya orang Indonesia suka barang gratisan. Maka dari itu, setiap ada yang namanya undian berhadiah, kuis, atau sekadar pembagian sampel barang, banyak yang berebut. Ada promosi nelpon gratis, jaringan operator sampai overload karena semua orang menelepon pada saat yang bersamaan (yang sebenarnya offpeak). Waktu Penulis pertama mengenal internet, salah satu yang pertama dikejar adalah barang gratisan, yang dikenal juga dengan freebies. Tentu saja dimulai dengan email gratis, hosting gratis, penyimpanan gratis (briefcase), album foto gratis, sampai intranet gratis. Kurang puas dengan itu, pencarian barang gratis diperluas sampai barang-barang seperti buku, CD, mousepad, IC, kaos, majalah, brosur, katalog, sampai pembersih printer. Dulu, setiap minggu ada saja surat panggilan dari kantor pos untuk mengambil barang kiriman dari luar negeri. Modalnya, cuma betah nongkrong di warnet.
Kegandrungan akan barang gratis masih berlangsung hingga kini, meski tak separah dulu. Sekarang masih ada saja kiriman majalah dan CD gratis, tentunya sekarang berguna untuk referensi dalam pekerjaan. Modus operandi lain adalah mengunjungi pameran-pameran komputer dan buku di kawasan senayan. Biasanya, selain setumpuk brosur dan beberapa buku/majalah/CD yang sengaja dibeli (dengan harga obral), ada saja majalah/buku/koran/tabloid/CD gratisan yang terselip. Dengan trik tertentu, kita bisa dapat lebih dari satu sampel gratis tersebut, yaitu dengan berputar-putar dan kembali ke lokasi yang sama. Fatalnya, kalau kita dapat edisi yang sama, cuma menambah berat tas di punggung saja.
Rupanya, kebiasaan itu menular di dunia IT, khususnya software. Kita umumnya enggan membayar perangkat lunak komputer yang kita gunakan. Menggunakan open source juga tidak menyelesaikan masalah, karena kita malas menghadapi persoalan tambahan saat menggunakannya. Jasa pengerjaan proyek IT pun ditekan sangat rendah, kadang-kadang tidak dibayar sama sekali. Jangankan itu, memecat pegawai (tetap) saja tidak diberi pesangon, coba….