Friday the 13th
Hujan badai yang menimpa Jakarta sore kemarin seolah memebenarkan mitos di atas. Setelah satu hari yang berjalan lancar-lancar saja, menjelang Maghrib, hujan turun dan semakin lama semakin deras diiringi sambaran kilat. Menunggu bus di halte yang "secukupnya’ bukan suatu pilihan, itu suatu keterpaksaan. Mungkin seharusnya Penulis menunggu di jembatan penyeberangan, apalagi dalam kondisi masih flu (pilek). Penulis pikir, bus ke Kampung Rambutan biasanya tidak sampai 10 menit menunggu. Ternyata, baru 40 menit kemudian bis itu lewat, dua sekaligus. Sebelumnya, ada satu bus (79) yang lewat tapi penuh (dan sekarang Penulis pikir itu bukan satu ide yang buruk). Alhasil, tak ada bedanya berteduh dan berhujan-hujan. Klebus kalau orang Jawa bilang….